Nazarene Space

Addendum: Tentang Sekte Nasoræan



 


Nasoræan adalah sebuah sekte Gnostis yang tumbuh sebelum era kekristenan di Mesopotamia. Sekte ini merupakan satu-satunya sekte Gnostis yang masih bertahan hingga hari ini dengan
jumlah penganut sekitar 1500 orang yang tinggal di Shat-el-Arab, dekat Teluk
Persia. Bagian ini sengaja ditambahkan oleh penulis karena beberapa waktu yang
lalu seorang penceramah Kristen telah keliru menghubungkan sekte biblikal
Nasrani (Kis 24:5, 14) dengan sekte Nasoræan tersebut.


 


Nama Nasoræan merupakan hasil transliterasi dari nama yang mereka gunakan di dalam kitab suci mereka naswraya atau nasurai yang juga amat mirip dengan kata Arab (tunggal: Nasrani;
jamak: Nasara) untuk Kristen. Tetapi nama yang lebih sering digunakan
adalah Mandæan yang berarti “gnostis”. Nama lain yang juga ditemukan di
dalam kitab suci mereka adalah Sabian yang artinya membaptis. Nama ini
terdapat pula di dalam Al’Quran (Surah V, 73; II, 59; XXII, 17) yang mana
mengatakan bahwa Yahudi, Nasrani dan Sabian adalah agama-agama yang dapat
ditolerir oleh Islam. Para penganut sekte ini menjalankan baptisan harian sehingga
ada orang yang menyamakan sekte ini dengan sekte Yahudi Hemerobaptis (secara
literal artinya “batpisan harian”). Sekte ini tidak menempatkan Yesus sebagai
seorang nabi tertinggi melainkan Yohanes Pembaptis. Yesus lebih dipandang
sebagai guru yang “memberontak” sedangkan Yohanes adalah guru yang sejati.
Pandangan ini terdapat dalam salah satu kitab suci mereka Drasha d Yahya
(Kitab Yohanes Pembaptis). Ketika ajaran sekte ini dikenal di Eropa, mereka
dianggap sebagai keturunan murid-murid Yohanes Pembaptis (Kis 19:1-3) sehingga
di Eropa sekte ini dikenal juga sebagai “Kristen Baptisan Yohanes”[11].
Walaupun besar kemungkinan mereka dipengaruhi oleh Yudaisme, mereka sama sekali
tidak memelihara hukum Taurat, menolak hari Sabat tetapi hari Minggu sebagai hari
Tuhan. Mereka percaya akan seorang Juruselamat yang mereka sebut dengan istilah
Manda de Hayye tetapi mereka membedakan diri mereka dengan orang Kristen
dengan menyebut Kristen dengan Kristiânâ.


 


Sangat jelas bahwa sekte Nasoræan ini berbeda dengan sekte Nasrani yang dideskripsikan di dalam Kisah Para Rasul, tulisan-tulisan para Bapa Gereja, dan di dalam Talmud. Sehingga bisa
disimpulkan bahwa keduanya merupakan entitas yang berbeda, terpisah dan tidak
memiliki sangkut-paut apapun (informasi lebih lanjut tentang sekte Nasoræan
bisa dibaca di dalam Ensiklopedia Katholik). Keterangan dari seorang penceramah
Kristen yang menyamakan sekte Nasrani (Kis 24:5, 14) dengan sekte Nasoræan amat
disayangkan oleh penulis sebab para pembaca dan pendengarnya akan menganggap
bahwa keterangan yang diberikan itu adalah benar – padahal keliru. Kekeliruan
ini disebabkan oleh ketidak-mampuan untuk membedakan TIGA buah sekte berbeda
yang sedang dibicarakan oleh Epiphanius dalam bukunya Panarion. Nama ketiga
sekte ini memang beda-beda tipis sekali, tetapi ketiganya jelas dapat dibedakan
dari cara mereka beribadah, kitab suci yang mereka pakai, dan iman mereka
kepada Mesias. Baiklah sekarang mari kita bedah buku Epiphanius tersebut. Dalam
Panarion 1:18-19, Epiphanius menjelaskan tentang sekte Nasaraean sebagai
berikut:


 


“Kaum Nasaraean – mereka adalah berkebangsaan Yahudi – berasal dari Gilead, Bashan dan Trans-Yordan…Mereka percaya bahwa Musa telah menerima hukum – bukan hukum ini,
tetapi yang lain. Dan mereka adalah orang-orang Yahudi yang memelihara segala
hukum Yahudi, tetapi mereka menolak korban persembahan dan makan daging. Mereka
memandang makan daging atau mengadakan korban persembahan [terhadap hewan]
sebagai perbuatan melanggar hukum. Mereka mengklaim bahwa kitab-kitab [Musa]
ini adalah rekaan dan menolak aturan-aturan yang dibuat oleh para tua-tua.
Inilah yang membedakan kaum Nasaraean dengan yang lain…Setelah sekte ini, ada
satu sekte lagi sangat dekat hubungannya dengan mereka, yang disebut Ossaean.
Mereka adalah orang-orang Yahudi seperti sekte sebelumnya…berasal dari
Nabataea, Ituraea, Moab dan Arielis, negeri-negeri di seberang bentangan yang
dalam kitab suci disebut Laut Asin.. . . 
Walaupun sekte ini berbeda dengan keenam sekte lainnya dari tujuh sekte
yang ada, sekte ini menciptakan skisma dengan menolak kitab Musa seperti halnya
kaum Nasaraean. Seorang bernama Elxai [Elkhasai ?] kemudian bergabung dengan
mereka, di masa pemerintahan kaisar Trajan, setelah kebangkitan Kristus…Ia
menulis sebuah buku dari wahyu yang diperolehnya…Ia tidak setuju dengan hidup
selibat dan menganjurkan perkawinan…Ia mengaku dalam nama Kristus…Ia menolak
ritual korban persembahan,
menolak otoritas para tua-tua dan hukum…Ia
menolak kebiasaan Yahudi makan daging…Setelah dia muncullah kaum Ebion dan
Nazoraean. Sedangkan yang muncul sebelum dan selama masanya adalah kaum Ossaean
dan Nasaraean.”
(Panarion 1:18-19)


 


Dari kutipan di atas kita mencatat sudah ada dua sekte yang sangat mirip namanya, Nasaraean dan Nazoraean. Epiphanius membedakan keduanya dengan menulis bahwa Nasaraean sudah
ada sebelum pemunculan Elkhasai sedangkan Nazoraean sesudahnya.


 


Apakah Nasaraean adalah sekte biblikal Nasrani ? Bukan. Sebab mereka tidak menerima kitab Musa sementara kita tahu bahwa Yesus menggunakannya. Sekte Nasaraean menolak ritual korban
persembahan sementara kita tahu bahwa Paulus, salah seorang tokoh sekte
Nasrani, melakukannya (Kis 21:26). Sekte ini bahkan sudah muncul sebelum Yesus.


 


Apakah Nazoraean adalah sekte biblikal Nasrani ? Bukan juga. Meski Epiphanius tidak menyatakan secara eksplisit, kita bisa melihat bahwa sekte Nazoraean ini mempunyai hubungan
dengan ajaran Elkhasai dan Ebionisme – yang kita sama-sama ketahui juga menolak
ritual korban persembahan dan makan daging. Kemungkinan besar sekte yang
dimaksud disini adalah predesesor dari sekte Nasoræan yang diterangkan di atas.


 


Lalu apa yang ditulis oleh Epiphanius tentang sekte biblikal Nasrani ? Dalam bab yang terpisah, ia menulis:


"Tetapi sekte ini…tidak menyebut diri mereka Kristen melainkan Nazoraioi…Walaupun demikian mereka benar-benar seperti orang Yahudi, Mereka tidak hanya
menggunakan Perjanjian Baru tetapi juga Perjanjian Lama seperti halnya orang
Yahudi…Mereka tidak mempunyai pendapat yang berbeda, namun melakukan semua hal
tepat seperti apa yang diperintahkan dalam Taurat,
menurut tata cara
Yahudi – kecuali kepercayaan mereka terhadap
Mesias…Mereka percaya baik kebangkitan orang mati maupun penciptaan ilahi atas
segala sesuatu, dan menyatakan bahwa Tuhan itu esa dan bahwa Anak-Nya adalah
Yesus Kristus. Mereka terdidik dengan baik dalam bahasa Ibrani. Di antara
mereka, semua kitab Taurat, para nabi [Neviim] dan tulisan-tulisan [Kethubim]
dibacakan dalam bahasa Ibrani, sebab mereka tentunya adalah orang Yahudi. Mereka
dibedakan dengan orang Yahudi [umumnya] dan dari orang Kristen oleh sebab
berikut. Mereka berseberangan dengan orang Yahudi karena kepercayaan mereka
terhadap Mesias, tetapi karena mereka tetap terbelenggu oleh hukum Taurat –
sunat, Sabat, dan lainnya – mereka tidak termasuk ke dalam Kristen…Mereka
adalah orang Yahudi…Mereka mempunyai Injil Matius dalam bahasa Ibrani. Sebab
sangat jelas mereka masih mempertahankannya, dalam alfabet Ibrani, seperti pada
mulanya ditulis."

(Panarion 29)


Penutup


 


Adanya bermacam-macam variasi nama yang dijumpai kerap mudah membingungkan orang untuk mengenali sesuatu. Pengenalan akan nama yang benar saja sebetulnya tidak cukup untuk
mengidentifikasikan sesuatu. Nama mungkin saja boleh sama tetapi ciri dan
karakteristiknya berbeda. Penulis mengakui banyak orang tidak siap untuk
menerima kenyataan bahwa Yesus tidak datang untuk membawa agama baru yang asing
dan berbeda – apalagi sampai menentang hal-hal yang dipraktekkan oleh Yesus
semasa hidup-Nya. Penulis menghimbau kepada pembaca untuk lebih berhati-hati
terhadap penerangan yang keliru tentang sekte Nasrani. Sebagai studi pribadi,
anda dianjurkan membaca:


·        Amstrong, Karen. Jerusalem – One City Three Faiths. Alfred A. Knopf. New York. 1996.


·        Eusebius. Ecclesiastical History. Schaff Edition. Electronic Bible Society. 325.


·        Josephus, Flavius. Antiquities of The Jews. 93.


·        Josephus, Flavius. The Wars of The Jews (The History of The Destruction of Jerusalem).
100.


·        Catholic Encyclopedia. Electronic Version. New Advent , Inc. 1998. (http://www.newadvent.org/cathen)


Copyright © 2000 Nazarenes Community. http://www.angelfire.com/id/nasrani. This material can be reproduced without obligation but no editing is allowed. Any contact
should be addressed to nazarenes@angelfire.com. May peace be upon you.








[1] The Wars of The Jews. Flavius Josephus. 100 A.D.



[2] Panarion 1:19. Epiphanius.



[3] Historia Ecclesia IV,22. Eusebius. 325 A.D.



[4] Nama asli Yesus Kristus dalam bahasa aslinya, Ibrani-Aramaik.



[5] Kis 21:20 menerangkan bahwa jumlah anggota sekte ini mencapai puluhan ribu orang. Kata Yunani yang digunakan adalah miruas, yang bisa pula diterjemahkan “tidak terhingga
banyaknya”.



[6] Kis 2:11



[7] Historia Ecclesia IV,5. Eusebius. 325 A.D.



[8] Sebuah nama yang salah. Pada zaman Eusebius dan St. Yerome, kota kelahiran Yesus ini disebut Nazara, yang nampaknya merupakan nama yang benar sebab di dalam manuskrip Perjanjian Baru kita
menjumpai kata seperti Nazarenos atau Nazoraios, tetapi tidak
pernah Nazaretaios.



[9] Historia Ecclesia IV,6. Eusebius melaporkan adanya sebuah gereja non-Yahudi di masa itu.



[10] Against The Heresies. Irenaeus. 140-203; Against All Heresies. Hippolytus. 170-235; Historia Ecclesia. Eusebius. 325; Surat kepada Agustinus. Yerome. 404.





[11] Berdasarkan laporan
Carmelite Ignatius a Jesu (1652)

Views: 214

Replies to This Discussion

Maaf Pak NAMA ELOHIM kita ADALAH BAPA YAHWEH DAN BUKAN nama allah,ilahnya muhammad dan wong ngorob Dan Ingat Pak KESELAMATAN kita BERAKAR dari Ya'qub=Isra-EL BUKAN DARI isma-el

NAMA TUHAN kita ADALAH YASHUAH HA MASIAKH DAN BUKAN nama yesus=iousous=heil zeus=zeus dibaca sus atau ses menurut lidah yunani roma

nama berhala batu silit najis si allah sembahan nya gerombolan arab kafir bisa masuk ke kitab suci kita umat Nasrani saat kitab suci kita diterjemahkan ke bahasa Melayoe Indonesia oleh haji abdullah bin abdul qodir munsyi yang notabene adalah seorang muslim dan sama sekali bukan berlatar belakang nasrani

Selama ini LAI hanya meminjam nama berhala sembahan nya umat islam arab dan Ironisnya banyak kresten-kresten Indonesia yang mengeraskan hati keras kepala batu ngeyel tegar tengkuk memaksa memanggil nama berhala najis si allah sembahan gerombolan arab kafir sebagai nama bapak mereka PADAHAL ELOHIM YisraEL KARAKTERNYA BEDA JAUH DENGAN karakternya berhala najis si batu silit si allah najis YANG SUKA MENIPU MENDUSTAI BAHKAN BERBOHONG semua ada dalam quran surah 3 ayat 54 disitu si allah ngomong kalau dia si allah itu sendiri adalah Pendusta Penipu Pembohong Terlicik

Kalau Benar Benar mau konsekuen kembali ke akar iman IBRANI kita seharusnya Kita Kembali ke NAMA GELAR ASLINYA YAITU: ELOHIM YISRAEL ATAU ADONAY YISRAEL BUKAN nya malah memakai nama berhala najis gerombolan perampok pemerkosa arab si allah sebagai nama sembahan dalam kitab suci kita sendiri

Syalom Aleihem BAPA YAHWEH ELOHIM YISRAEL Memberkati Amen

nama berhala batu silit najis si allah sembahan nya gerombolan arab kafir bisa masuk ke kitab suci kita umat Nasrani saat kitab suci kita diterjemahkan ke bahasa Melayoe Indonesia oleh haji abdullah bin abdul qodir munsyi yang notabene adalah seorang muslim dan sama sekali bukan berlatar belakang nasrani

Selama ini LAI hanya meminjam nama berhala sembahan nya umat islam arab dan Ironisnya banyak kresten-kresten Indonesia yang mengeraskan hati keras kepala batu ngeyel tegar tengkuk memaksa memanggil nama berhala najis si allah sembahan gerombolan arab kafir sebagai nama bapak mereka PADAHAL ELOHIM YisraEL KARAKTERNYA BEDA JAUH DENGAN karakternya berhala najis si batu silit si allah najis YANG SUKA MENIPU MENDUSTAI BAHKAN BERBOHONG semua ada dalam quran surah 3 ayat 54 disitu si allah ngomong kalau dia si allah itu sendiri adalah Pendusta Penipu Pembohong Terlicik

Kalau Benar Benar mau konsekuen kembali ke akar iman IBRANI kita seharusnya Kita Kembali ke NAMA GELAR ASLINYA YAITU: ELOHIM YISRAEL ATAU ADONAY YISRAEL BUKAN nya malah memakai nama berhala najis gerombolan perampok pemerkosa arab si allah sebagai nama sembahan dalam kitab suci kita sendiri

Terimakasih Admin

RSS

 

 

 


















 

LINKS

 

 

 

 

Badge

Loading…

© 2017   Created by James Trimm.   Powered by

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service