Nazarene Space

NAMA YAHWEH DALAM SEJARAH
Kaum Nasrani dan Nama YHWH
oleh James Trimm





Salah satu perbedaan utama antara Yudaisme Nasrani dengan aliran utama Yudaisme pada abad pertama adalah penggunaan mereka nama YHWH. Sementara aliran utama Yudaisme membatasi dan dalam beberapa hal melarang pemakaian YHWH, tetapi para penganut sub-aliran Nasrani pada waktu itu diburu untuk dibunuh karena tidak menuruti larangan tersebut.

Larangan menggunakan Nama itu.

Meskipun penggunaan Nama YHWH jelas terdapat dimana-mana pada jaman Tenach (jaman Perjanjian Lama; Tenach kadangkala ditulis Tanakh, berasal dari singkatan TNK, Torah-Neviim-Ketuvim, penerjemah), akan tetapi kemudian pada abad pertama Nama itu hanya dipakai didalam Kuil atau Heykal (Temple , diterjemahkan dengan mengembalikan ke istilah asli didalam Tenach, penerjemah). Sekalipun dalam membaca Kitab Suci , para penganut aliran utama Yudaisme memakai gaya eupheisme atau mengganti Nama itu dengan istilah lain. (j.Meg. 71d).

Menurut Talmud, setelah jamannya Simon the Just (hidup selama masanya Alexander the Great), pendeta aliran utama itu berhenti menggunakan Nama itu didalam pemberkatan (b.Yoma 49b).

Namun pelarangan penggunaan Nama itu tidak seterusnya demikian. Selanjutnya dalam jaman Heykal Kedua. Nama itu digunakan, tetapi hanya didalam Kuil, seperti dinyatakan didalam Mishnah:

'Didalam tempat suci orang menyebut Nama itu seperti tertulis tetapi di daerah-daerah menggunakan euphisme…' (m.Sotah 7:6; b.Sotah 38b; m.Tamid 7:2)

Dalam praktek Nama itu dipakai dalam menyampaikan salam, seperti dinyatakan di dalam Mishnah:
[berbicara tentang perilaku diatas pijakan dasar Heykal]

Dan mereka menetapkan tatacara bahwa seseorang harus memberi salam kepada rekannya dengan nama [Tuhan], sesuai dengan yang difirmankan, "Dan tampaklah Boaz tiba dari Betlehem; dan dia berkata kepada para penuai itu, 'YHWH bersama kalian!' (o·†f¨Nˆg vɲu«v±h - YAOHU imakem. Pengucapan Nama YAOHU ikut Ohol YAOHUSHUA - penjelasan dari penerjemah) Dan merekapun menjawabnya, 'YHWH memberkati engkau" (vœ²u«v±h ËW‰f¤rŠc±h - yebarkkha YAOHU) (Ruth 2:4) (m.Ber. 9:5)

Sejarawan Yahudi pada abad pertama, Josephus menyebutkan tentang pelarangan penggunaan nama YHWH. Josephus mengutip dari Keluaran 3, yang menuliskan:

Karena itu Tuhan menyatakan kepada dia [Musa] NamaNya yang Suci, yang belum pernah diberitahukan kepada manusia sebelumnya; Dengan mengingat hal ini maka hukumnya saya tidak diperkenankan menyebutnya lebih lanjut… (Josephus; Antiquities 2:12:4)

Larangan menyebut Nama YHWH ini nampaknya secara menyeluruh terjadi dimana-mana selama abad pertama. Bahkan kaum nonconformist, masyarakat di Qumran (yang umum dikenal sebagai kaum Essen) mentaati larangan tersebut. Petunjuk Disiplin itu menyatakan sebagai berikut:

Barangsiapa yang mengucapkan dengan keras Nama Yang Sangat Suci Tuhan, apakah [didalam] mengucapkan kutukan atau saat mengalami keadaan yang sulit atau karena alasan lain ataupun ketika sedang membaca kitab ataupun berdoa, atau diasingkan, janganlah kembali lagi masuk ke masyarakat Yahad. (1QS Col. 6 line 27b - Col. 7 line 2a)

Setelah pemusnahan Heykal pada tahun 70 M, kaum Pharisi Yudaisme (Pharisaic Judaism) secara serentak melarang menggunakan Nama YHWH. Dalam Halacha baru, Nama itu "disembunyikan" (b.Pes. 50a) dan "dirahasiakan" (b.Kidd. 71a).

Adapun praktek euphisme menukar Nama YHWH telah dimulai sejak dahulu kala sekali, jauh sebelum abad pertama, ini jelas terlihat dari tiga sumber dokumen penting yaitu: Septuaginta, Mazmur dan Kitab Daniel.

Septuaginta adalah terjemah Tenach kedalam bahasa Gerika yang dibuat sekitar tahun 250 SM. Terdapat banyak perdebatan apakah Septuaginta yang asli menuliskan nama YHWH atau hanya menulis secara euphisme Nama itu. Namun para penerjemah Septuaginta menafsirkan Imamat 24:16 (15, dalam kopi Yahudi) sedemikian sehingga menjadi jelas bahwa pelarangan menyebut Nama itu sudah ada pada masa itu, saat Septuaginta diterjemahkan.

Tulisan dalam bahasa Ibrani dari Im 24:16 (dalam bahasa Indonesia):

Dan barangsiapa yang menghujat Nama YHWH harus dihukum mati. (Im. 24:16)

Tetapi didalam Septuaginta para penerjemah menafsirkan kalimat itu dengan arti sebagai berikut:

Dan orang yang menamai dengan Nama Tuhan, biarlah dia mati sebagai orang mati. (Im 24:16 LXX)

Penafsiran tersebut membuat jelas bahwa pelarangan atas Nama itu sudah ada pada jaman Septuaginta dibuat. Bukti selanjutnya bahwa pelarangan Nama itu sudah ada pada jaman dahulu kala dapat ditemukan dengan membandingkan Mazmur 14 dan 53. Kedua Mazmur tersebut hampir sama kecuali YHWH pada ayat 2, 4, 6 dan 7 Mazmur 14 telah dirubah menjadi ELOHIM (Tuhan) didalam Mazmur 53. Bukti ini merupakan satu bukti yang penting bagi kita karena dapat memberi banyak informasi kepada kita:

Praktek euphisme mengganti nama YHWH mendahului waktu penyuntingan dan penyusunan Kitab Mazmur.

Pada saat kitab Mazmur disunting, praktek substitusi tersebut sudah ada tetapi tidak berlaku secara umum, karena Nama itu dipakai di dalam hampir semua pasal-pasal Mazmur termasuk Mazmur 53 dengan kembarannya Mazmur 14.

Bukti terakhir bahwa pelarangan Nama YHWH adalah jauh lebih tua sebelum abad pertama dapat ditemukan didalam bagian Aram dari Kitab Daniel. Walaupun Nama itu muncul didalam bagian Ibrani dari Kitab Daniel tetapi sangat mencolok tidak terdapat disebagian besar yaitu bagian Aram Kitab itu. Hal ini memberitahu kita bahwa pada jamannya Kitab Daniel ditulis pada saat itu sudah ada kebiasaan, paling tidak sedikitnya sudah ada, tidak menggunakan Nama itu di dalam bahasa asing selain Ibrani.

Tidak hanya aliran utama Yudaisme melakukan pembacaan substitusi menjadi kata seperti "Elohim" dan "Adonai" bila membaca kata YHWH saat membaca Tenach, para penulis Kitab Tenach jaman kuno pun melakukan penggantian dengan kata "Adonai" atas kata YHWH yang terdapat dalam kitab itu. Kata inilah yang didalam berbagai terjemahan Kitab Suci dicetak dengan kata "Lord" atau "Tuhan"

Daftar resmi didalam Kitab Massorah (107:15 Gingsburg edition) menulis sebanya 134 contoh sebagai berikut:

Kej. 18:3,27,30,32; 19:18; 20:4
Kel. 4:10,13; 5:22,; 15:17; 34:9,9
Bil. 14:17
Yos. 7:8
Hak. 6:15; 13:8
1Raja 3:10,15; 22:6
2Raja 7:6; 19:23
Yes. 3:17,18; 4:4; 6:1,8,11; 7:14,20; 8:7; 9:8,17; 10:12; 11:11; 21:6,8,16; 28:2; 29:13; 30:20; 37:24; 38:14,16; 49:14
Yeh. 18:25,29; 21:13; 33:17,29
Amos 5:16; 7:7,8; 9:1
Zak. 9:4
Mi. 1:2
Mal. 1:12,14
Maz. 2.4; 16:2; 22:19,30; 30:8; 35:3,17,22; 37:12; 38:9,15,22; 39:7; 40:17; 44:23; 51:15; 54:4; 55:9; 57:9; 59:11; 62:12; 66:18; 68:11,17,19,22,26,32; 73:20; 77:2,7; 78:65; 79:12; 86:3,4,5,8,9,12,15; 89:49,50; 90:1,17; 110:5; 130:2,3,6
Dan.1:2; 9:3,4,7,9,15,16,17,19,19,19
Ratap. 1:14,15,15; 2:1,2,5,7,18,19,20; 3:31,36,37,58
Ezra 10:3
Neh.1:11; 4:14
Ayub 28:28.

(CAT.: Bila ada ayat yang ditulis dua kali atau lebih, misalnya "Kel. 34:9,9", artinya ayat itu telah dirubah dua kali.)

MENGAPA ADA LARANGAN?

Orang-orang yang terlibat dalam penentuan pelarangan Nama itu didalam aliran utama Yudaisme melakukan hal itu secara berlebihan, walaupun sebenarnya tidak benar.

Dasar pelarangan tersebut adalah ayat Kel. 20:7, yang sebagian menyatakan bahwa,

"Engkau jangan memakai nama YHWH, Tuhan kalian dengan sia-sia"

dan Imamat 22:32 yang menyebutkan:

"dan engkau jangan menajiskan NamaKu yang Suci," .

Kedua perintah itu, bila disatukan bersama-sama dengan tradisi seperti tertulis didalam Mishnah:

"..buatlah pagar untuk Torah." (m.Avot 1:1)

menghasilkan adat yang tidak mengucapkan Nama itu sama sekali.

Dengan demikian menghapus peluang untuk melakukan perbuatan sia-sia atau menajiskan Nama itu.

APAKAH LARANGAN ITU DIBENARKAN KITAB SUCI?

Disatu pihak orang-orang yang menentukan peraturan pelarangan penggunaan Nama itu bermaksud baik, tetapi juga ada perkataan

"jalan menuju neraka dilapis dengan maksud-maksud baik."

Perkataan ini tampaknya terjadi pada kasus pelarangan penggunaan Nama YHWH.

Didalam Torah, YHWH berfirman:

.NamaKu harus dinyatakan keseluruh bumi. (Kel 9:16)

Oleh karena itu pelarangan penggunaan Nama itu berlawanan langsung dengan Torah sendiri. Ada pertentangan langsung antara pengertian kaum Rabbi bahwa Nama itu harus di "sembunyikan" dan di "rahasiakan" (b.Pes. 50a; b.Kidd. 71a) dengan pengertian Torah bahwa Nama itu harus "dinyatakan keseluruh bumi".

Tenach berbicara tentang orang yang murtad:

"pemikiran yang menyebabkan umatKu melupakan NamaKu" - (Yer. 23:27).

Pemahaman menjaga kerahasiaan Nama itu juga bertentangan dengan beberapa pasal Tenach yang menyebutkan:

"UmatKu harus tahu NamaKu " - (Yes. 52:6)

"Dan orang-orang yang mengetahui NamaMu akan percaya kepada Engkau" -(Maz. 9:10)

"Aku akan membebaskannya; Aku akan meletakkan dia ditempat yang tinggi, karena dia telah mengetahui NamaKu" -(Maz. 91:14)

".satu kitab peringatan telah ditulis didepan Dia untuk orang-orang yang takut kepada YHWH dan orang-orang yang merenungkan NamaNya " - (Mal. 3:16)

"Biarlah mereka memuji NamaMu yang Agung dan Maha Terhormat - Dia Suci." -(Maz. 99:3)

"MulutkKu harus mengucapkan pujian YHWH, dan seluruh daging harus memberkati NamaNya yang Suci sampai kekal selama-lamanya." - (Maz. 145:21)

"Biarlah mereka memuji Nama YHWH." -(Maz. 148:13)

Lebih lanjut Yudaisme Rabbinik telah membuat satu tradisi pembacaan euphisme mengganti YHWH pada saat membaca Tenach (j.Meg. 71d) dan bahkan mengganti tulisan itu sendiri mengganti kata YHWH dengan "adonai" (Massorah (107:15 Gingsburg edition) (termasuk dalam daftar 134 contoh diatas). Tradisi ini juga bertentangan langsung dengan Torah sendiri yang mengatakan sebagai berikut:

"Engkau jangan menambah kata-kata yang telah Kuperintahkan kepada kalian atau menguranginya. " - (Ul. 4:2)

".Engkau jangan menambahinya [Torah] ataupun menguranginya." -(Ul. 12:32)

APAKAH KAUM NASRANI TURUT MENJALANKAN LARANGAN ITU?

Dapatkah Yoh 17:6, 26 dimengerti bahwa Yeshua secara nyata mengucapkan Nama itu?

Toldot Yeshu, suatu cerita olok-olok yang timbul dari sikap permusuhan aliran Rabbinik terhadap Injil sebagai berikut:

Setelah Raja Jannaeus meninggal, maka isterinya, Helene, memerintah seluruh wilayah Israel.

Didalam Heykal telah ditemukan batu fondasi yang bertuliskan Nama Tuhan yang tidak boleh diucapkan. Barangsiapa yang dapat mengetahui rahasia Nama itu dan penggunaannya akan dapat memperoleh apa saja yang diinginkannya.

Oleh karena itu, Orang-orang Bijak membuat peraturan agar tidak ada orang yang dapat memanfaatkan rahasia pengetahuan itu. Maka Singa-singa dari kuningan diikatkan pada kedua pilar besi di pintu gerbang tempat pembakaran korban. Jika ada seseorang yang masuk dan berhasil mempelajari Nama itu, maka ketika dia meninggalkan tempat itu singa-singa itu akan mengaum kepadanya sehingga apa yang telah dipelajarinya menjadi terlupakan.

Maka datanglah Yeshu ketempat itu dan berhasil mempelajari huruf-huruf Nama itu ; lalu dia menuliskan hasil pengetahuannya itu pada selembar kertas kulit dan meletakkan didalam pahanya dengan cara mengiris dagingnya dan menutupnya kembali.

Ketika dia meninggalkan tempat itu, singa-singa itu mengaum kepadanya dan lupalah dia akan rahasia Nama itu. Tetapi ketika sampai dirumahnya dia membuka kembali jahitan pahanya dengan pisau dan mengambil tulisan kertas kulit itu. Maka dia dapat mengingat kembali rahasia Nama itu dan tahu penggunaan huruf-huruf Nama itu.

Dia kumpulkan sendiri sekitar tigaratus sepuluh pemuda Israel dan mendakwa orang-orang yang mencela dia atas kela hirannya, adalah orang-orang yang mengingini kekuasaan dan keagungan diri mereka sendiri.

Yeshu menyatakan, "Akulah Mesias; dan tentang saya, Yesaya telah menubuatkan dan berkata,'Lihatlah, seorang wanita perawan berangan-angan, dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan akan memanggil namanya Immanuel." Dia mengutip kata-kata mesianik yang lain, menekankan, "Daud, nenek moyangku telah berbubuat tentang saya: 'Tuhan telah berkata kepadaku, Engkau mengukir anakku, pada hari ini saya telah melahirkan Engkau."

Orang-orang yang menentang dia mengatakan kalau memang Yeshu adalah Mesias, dia pasti dapat memberikan pertanda untuk meyakinkan itu. Kemudian mereka membawa seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahir kepadanya.

Yeshu berbicara kepada orang-orang tentang huruf-huruf dari Nama yang tidak dapat diucapkan itu, dan orang yang sakit lepra dapat disembuhkan. Oleh karena itu mereka memuja dia sebagai Mesias, Putera Yang Maha Tinggi. (Cerita yang serupa ini tentang Yeshua ada juga di b.Shab. 104b; b.San. 67a; t.Shab. 11:15; j.Shab. 13d)

Maka Hugh Schonfield berteori didalam bukunya, According to the Hebrews, bahwa Toldot Yeshu merupakan satu cerita olok-olok permusuhan dalam tradisi orang-orang Ibrani atas Injil. Olehkarena itu walaupun kedengarannya cerita itu seperti dongeng yang fantastik, tetapi mungkin ada beberapa hal yang bersumber dari sesuatu yang benar - benar terjadi.

Sekarang pasal lain dari kitab Matius, mungkin juga dapat membawa kita pada arah yang sama dengan diatas. Pasal Mat 27:59-65, sebagai berikut:

59 Sekarang para imam kepala, tua-tua, dan semua anggauta majelis mencari kesaksian palsu yang melawan Yeshua agar Dia dapat dihukum mati,

60 tetapi tidak satupun diperoleh. Sekalipun banyak saksi-saksi palsu maju kedepan, mereka tidak dapat membuktikan. Tetapi kemudian ada dua saksi palsu yang maju kedepan

61 dan katanya, "Katanya [orang ini] "Saya dapat meruntuhkan Heykal Tuhan dan membangunnya kembali dalam tiga hari."

62 Dan Imam Agung bangkit berdiri dan berkata kepadanya, "Apakah jawabmu? Apakah engkau mengakui kesaksian orang yang menyalahkan engkau ini?"

63 Tetapi Yeshua tetap berdiam diri. Dan Imam Agung itu menjawab dan berkata kepadanya: "Aku minta dengan sangat demi Tuhan yang hidup katakanlah kepada kami bila engkau memang Mesias itu, Putera Tuhan."

64 Yeshua berkata kepadanya, "Seperti katamu itu, sekalipun demikian, Saya katakan kepadamu, nanti akan engkau saksikan Putera Manusia duduk disebelah kanan Yang Maha Kuasa, dan datang diatas awan-awan di langit."

65 Kemudian Imam Agung itu merobek jubahnya, katanya "Dia mengucapkan kata-kata hujatan! Apakah kita masih perlu saksi lagi? Lihatlah sekarang, kalian telah mendengar hujatannya!

Perhatikanlah ungkapan HEYKAL TUHAN didalam ayat 61. Ungkapan seperti ini tidak pernah muncul didalam Tenach karena selalu dinyatakan dengan kata HEYKAL YHWH.

Juga di dalam ayat 64. YANG MAHA KUASA adalah sejenis euphisme yang umum dipakai untuk YHWH, euphisme ini muncul sebagai kombinasi dari ayat Maz 110:1 dengan ayat Dan. 7:13, dimana huruf YHWH muncul di dalam Maz 110:1.

Dapatkah Yeshua dituduh melakukan penghujatan karena memakai ungkapan "Heykal YHWH". Dapatkah dia didakwa dengan pemberatan dan pengukuhan karena menyitir ungkapan dari Maz. 110:1 digabung dengan Dan 7:13 yang menyebutkan Nama YHWH?

Kitab Mishnah dapat memberikan kejelasan atas penelitian ini. Mishnah menyatakan:

Orang terbukti melakukan penghujatan jika dia mengucapkan sepenuhnya Nama Tuhan. R. Joshua ben Qorha berkata, "pada setiap hari persidangan mereka menguji saksi-saksi dengan menggunakan nama pengganti. Bila satu penyidikan selesai, mereka tidak akan menghukum mati orang yang menggunakan euphisme, tetapi mereka menyerahkan kepada setiap orang dan bertanya tentang apa yang paling penting dari kesaksian itu, dengan berkata kepada dia, "Katakanlah, apakah yang telah engkau dengar?" Dan dia mengatakan apa yang telah dia dengar. Dan hakim-hakim itu berdiri diatas kaki mereka dan merobek jubah-jubah mereka. - (m.San. 7:5)

Sekarang dari pasal Mishnah ini kita dapat mempelajari banyak hal tentang penyidikan yang dilakukan atas Yeshua. Adalah suatu yang wajar bila seorang saksi menggunakan euphisme dalam kesaksiannya atas perkataan yang pernah diucapkan oleh Yeshua. Kita juga tahu bahwa hukuman mati bagi pelanggar hukum bila dia telah terbukti mengucapkan secara "penuh Nama Tuhan" . Maka menjadi jelaslah bahwa saat itu Yeshua telah terbukti mengucapkan Nama YHWH. Wajarnya pada akhir penyidikan, ruangan penyidikan dikosongkan dan para saksi diminta untuk mengulangi "hujatan" tanpa euphisme". Tetapi dalam kasusnya ini, Yeshua mengejutkan semua orang. Dia ingin pernyataannya didengarkan oleh semua orang, maka dia mengulangi salah satu kata-kata "hujatan"nya disana, di beit din. Kita menjadi tahu bahwa dia menyebut Nama yang sesungguhnya dan bukan "Yang Maha Kuasa" seperti diatas ini, karena telah disebutkan sebagai "penghujatan" dan tidak akan dikatakan demikian bila Yeshua tidak mengucapkan dengan "penuh Nama Tuhan" .

Bahwa Yeshua juga mengucapkan Nama YHWH sebagai bagian dari "penghujatan"nya tampak jelas dari ungkapan "Imam Agung merobek jubahnya", yang cocok dengan halachah dari Mishnah, "Dan hakim-hakim berdiri diatas kaki mereka dan merobek jubah-jubah mereka."

Ya'akov HaTzadik (James the Just / Yakob yang Adil), pemimpin orang-orang Nasrani setelah matinya Yeshua juga mengutip dengan persis ungkapan yang telah dinyatakan oleh Yeshua "setelah ini kalian akan menyaksikan Putera Manusia duduk disebelah kanan Yang Maha Kuasa, dan datang diatas awan-awan di langit." - (Dan. 7:13/Ps. 110:1)

dan juga dibunuh karena pernyataannya itu -(Hegesippus, seperti dikutip oleh Eusebius Eccl. Hist. 2:23).

Apakah dia juga dibunuh karena menghujat Nama YHWH?

Juga pada kejadian lain sekelompok orang Yahudi (mungkin kaum pharisee) "membentuk perlawanan bersama menentang Paul" (Kis. 18:12) seorang pemimpin inti orang-orang Nasrani (Kisah Para Rasul). Mereka menuduh dia "mempengaruhi orang-orang untuk menyembah Tuhan dengan cara yang melawan hukum (Torah)" (Kis 18:13). Akhirnya Paul dibebaskan dengan kata-kata Penguasa Roma "kalau ini mengenai pertanyaan tentang kata-kata dan nama-nama dan tentang hukum kalian, periksalah sendiri; karena aku tidak mengadili hal-hal yang demikian." (Kis. 18:15).

Dari sini tampak bahwa Paul dituduh mempengaruhi orang-orang melalui pengajaran menyembah Tuhan dengan menggunakan kata/nama YHWH yang berlawanan dengan larangan penggunaan Nama itu, yang dilakukan oleh sekte-sekte Yudaisme yang lain pada saat itu.

BAGAIMANAKAH BUNYI UCAPAN NAMA ITU?

Umumnya kebanyakan orang mempercayai bahwa Nama Tuhan itu adalah "JEHOVAH".

Dari manakah asal ucapan ini? Apakah ucapan ini cukup akurat?

Teori yang populer yang sudah beredar luas saat ini, mengatakan bahwa nama YHWH sebenarnya terdiri dari empat huruf hidup IAUE.

Teori ini didasarkan atas pernyataan yang dikeluarkan oleh Josephus dalam menguraikan topilogam Imam Agung.

Josephus menulis:

Padanya (topilogam) diukirkan Nama Suci itu. Terdiri dari empat huruf hidup (vowel). (Wars. 5:5:7)

Pada mulanya, sepertinya pernyataan ini mendukung teori empat huruf hidup.

Tetapi dengan penelitian yang lebih mendalam, tampak bahwa bukan hal itu yang ingin diungkapkan oleh Josephus.

Josephus tidak bermaksud untuk mengungkapkan pengucapan keempat huruf tadi.

Dalam Antiquities 2:12:4, sebenarnya Josephus hanya menyatakan bahwa dia dilarang hukum untuk mengatakan hal itu. Josephus hanya merujuk keempat huruf YHWH yang tampak pada topilogam Imam Agung.

Tetapi mengapa istilah yang dikatakan Josephus atas keempat konsonan (huruf mati) itu adalah "huruf hidup (vowel)" ?

Seperti yang telah pernah dibicarakan bahwa huruf Ibrani YUD (h), HEY(v) and VAV (u)(yang membentuk YHWH, vuvh ) tidak ada padanannya didalam huruf-huruf Gerika.

Biasanya huruf-huruf demikian itu ditransliterasikan dengan menggunakan huruf-huruf hidup Gerika. Keterangan ini didasarkan bahwa kalau orang-orang Gerika meminjam huruf Punisia/Ibrani-purba (Phonecian/Paleo-Hebrew) maka mereka meninggalkan huruf-huruf mati (konsonan) yang tidak ada padanannya didalam huruf-huruf Gerika dan menggantinya dengan huruf-huruf hidup Gerika, demikian ini terjadi seperti yang dituliskan oleh Robert Whiting:

Bila orang-orang Gerika menerapkan sistim penulisan Punisia ke dalam bahasa mereka, mereka membuat perubahan yang mencolok. Mereka memberi tanda dengan menggunakan huruf-huruf hidup dan membacanya setiap huruf itu sebagai huruf hidup. Orang-orang Gerika itu tidak menciptakan huruf hidup yang baru tetapi menggunakan beberapa huruf hidup yang ada didalam huruf Punisia yang tidak dipakai didalam bahasa Gerika kemudian diterapkan didalam tulisan Gerika sebagai lambang huruf hidup.

(The New Book of Knowledge Vol. 1 p. 193 "Alphabet" article by Robert M. Whiting, the Oriental Institute, the University of Chicago)

Hasilnya adalah:

YUD Ibrani menjadi huruf hidup Gerika IOTA; HEY Ibrani menjadi huruf hidup Gerika EPSILON dan VAV Ibrani menjadi huruf hidup Gerika UPSILON.

Oleh karena demikian itulah maka Josephus menulis bahwa ke-empat huruf yang tertulis di topilogam Imam Agung adalah empat "huruf hidup". Pernyataan ini bagi pembaca Gerika atas buku "Wars of the Jews" edisi Gerika, dimengerti bahwa ke-empat huruf di topilogam Imam Agung benar-benar sebagai huruf hidup.

Bagi orang-orang yang mendukung bahwa nama YHWH merupakan empat huruf hidup juga berpendapat bahwa ketiga huruf YUD, HEY dan VAV didalam bahasa Ibrani juga merupakan huruf hidup.

Tetapi sebenarnya pemakaian huruf-huruf tersebut sebagai huruf hidup didalam bahasa Ibrani terjadi hanya dalam revisi yang terakhir saja. Dan juga huruf-huruf itu dapat berfungsi sebagai huruf hidup hanya kalau digabung dengan huruf mati saja, maka huruf-huruf itu tidak ada yang secara khusus sebagai huruf hidup bila terletak diawal suku-kata atau kata. Bahasa Ibrani berasal dari satu suku kata yang setiap hurufnya merupakan simbol gabungan antara huruf mati dan huruf hidup tetapi huruf hidupnya dapat berubah - ubah bunyinya.

Juga Robert Whiting menulis sebagai berikut:

Masyarakat Semit dari Syria dan Palestina mengembangkan sistim penulisan suku-kata murni (purely syllabic writing systems). Mereka membuat lambang-lambang untuk setiap huruf mati dan huruf hidup. (ibid)

Tidak sampai abad ke sembilan (naskah asli menulis "Sebelum Masehi", tetapi ini mungkin salah tulis karena bertentangan dengan tulisan berikutnya - penerjemah) huruf-huruf Ibrani YUD, HEY dan VAV, sudah berfungsi ganda sebagai huruf mati dan huruf hidup (kalau digabung dengan huruf mati).

Hal ini seperti yang ditulis oleh Ellis Brotzman: Mulai sekitar abad kesembilan, beberapa huruf mati menjadi juga sebagai huruf hidup. Huruf mati "pembantu" ini disebut matres lectionis, arti harfiahnya "induk pembacaan (mothers of reading)."

("Old Testament Textual Criticism" oleh Ellis R. Brotzman p. 40)

Dengan demikian maka sampai dengan abad sembilan Sebelum Masehi huruf-huruf YUD HEY VAV HEY (YHWH - vuvh) dimengerti sebagai huruf mati Ibrani.

Bahkan dalam bahasa Ibrani yang terakhir, huruf awal YUD tidak pernah berfungsi sebagai huruf hidup. Tenach yang ditulis dalam bahasa Ibrani, pada mulanya ditulis seperti bahasa Ibrani kuno yang lain, yaitu tanpa huruf hidup.

Ketika orang-orang Masorit (orang tradisional) memberi tambahan huruf hidup pada tulisan Ibrani pada jaman pertengahan mereka menjumpai masalah yang serius. Nama itu telah beratus-ratus tahun "dirahasiakan" dan "disembunyikan".

Oleh karena tulisan Nama itu dalam bentuk tulisan hanya terdiri dari huruf mati saja maka huruf hidupnya tidak diketahui. Untuk menciptakan huruf hidup pada tulisan Nama itu dan masih "merahasiakan" dan "menyembunyikan" bunyi Nama itu maka huruf hidup pada Adonai ( h²bIs¨t - penerjemah) di terjemahkan atau diterapkan di dalam kata YHWH.

Selanjutnya kemudian, juga huruf hidup dalam Eloah (Tuhan) dipakai untuk menciptakan YEHOWAH.

Sebenarnya huruf hidup YHWH ini melanggar aturan tatabahasa Ibrani, karena digunakannya W sebagai huruf mati dan huruf hidup bersamaan.

Karena dalam bahasa Ibrani modern huruf Ibrani WAW (kemudian disebut VAV) dibunyikan sebagai "V" merubah ucapan asli yang kuno "W", maka YEHOWAH menjadi YEHOVAH.

Kata ini kemudian ditransliterasikan kedalam KJV asli yang berbahasa Inggeris menjadi IEHOVAH dan selanjutnya huruf J dimasukkan untuk men-Inggriskan IEHOVAH menjadi JEHOVAH.

Tetapi huruf J dan V didalan "Jehovah" adalah tidak benar, dan demikian juga huruf hidup E-O-A yang berasal dari ELOAH.

Jadi sebenarnya hanya dua huruf yang benar yaitu H-H. Tetapi pegucapan YHWH yang benar tetap terlindungi.

Bukti pertama untuk pengucapan yang benar YHWH terdapat didalam tulisan Ibrani sendiri didalam nama-nama orang Ibrani dimana didalamnya terdapat Nama Tuhan.

Sekarang, kalau nama seorang Ibrani dimulai dengan sebagian Nama Tuhan maka huruf hidupnya adalah E-O. Contoh: Yehoshaphat (Jehoshaphat) ~ YEHO- Shaphat Yehoshua (Joshua) ~ YEHO- Shua Didalam nama-nama tersebut, huruf-huruf hidup yang salah dari YEHOWAH telah diterapkan di dalam nama-nama mereka.

Tetapi kalau kita amati nama-nama yang diakhiri sebagian Nama Tuhan, kita temukan perbedaan bunyi dalam tulisan Masorit.

Contoh:

Yeshayahu (Isaiah/Yesaya)~ Yesha - YAHU
Yiramiyahu (Jeremiah/Yeremia)~Yiremi - YAHU
Eliyahu (Elijah/Elia) ~ Eli - YAHU

Lebih dari itu "tri-gramaton" (tiga huruf pertama dari YHWH) tampak tersendiri didalam Tenach dan selalu dengan huruf hidup sehingga menjadi ucapan YAHU.

Kemudian yang terakhir, contoh dari kata Ibrani, Halleluyah (puji-Yah) mengandung sebagian kata dari Nama Tuhan dengan huruf hidupnya yaitu YAH (baca: Ya - penerjemah).

Sumber lain untuk mengetahui pengucapan yang benar Nama YHWH adalah Peshitta yang berbahasa dan berhuruf Aram. Peshitta adalah naskah Kitab Suci dengan huruf Aram yang dip akai oleh masyarakat Assyria, Syria dan Chalde.

Bangsa yang berbahasa Aram itu menjadi Kristen pada abad pertama Sesudah Masehi.

Pada abad keempat (jauh sebelum orang Masorit pada abad ke sembilan) bangsa ini menciptakan huruf hidup untuk tulisan berbahasa Aram. Mereka menambahkan huruf hidup untuk nama-nama orang yang dimulai dengan potongan Nama Tuhan, sehingga untuk contoh nama diatas misalnya adalah YAHOSAPHAT bukan YEHOSAPHAT.

Bukti lebih lanjut atas ucapan yang benar YHWH dapat diperoleh dari transliterasi kuno Nama itu kedalam hyroglyph Mesir, yang ditulis bersama dengan huruf hidup.

Walau penyusun tidak menemukan kasus-kasus yang menuliskan seluruh nama YHWH kedalam hyroglyph Mesir, tetapi ada beberapa kasus yang menunjukkan ada potongan Nama (potongan pertama) itu ditransliterasikan kedalam hyroglyph.

Kamus bahasa Mesir - Inggeris oleh Budge "AN EGYPTIAN HIEROGLYPHIC DICTIONARY" memberi dua contoh transliterasi yang ada didalam glyph Mesir.

Contoh pertama terdapat pada halaman 15 kolom A yang bunyinya adalah "IA" atau "YA".

Contoh kedua terdapat dihalaman 142 kolom A dan transliterasi kedalam bahasa Inggris adalah "IAA" atau "YAA." .

Bukti ini mendukung teori yang berpendapat bahwa bunyi asli bagian pertama Nama itu berbunyi "YA" .

Sumber pembuktian lain untuk mengetahui bunyi yang sebenarnya dari Nama YHWH dapat ditemukan dari transliterasi kuno dari Nama YHWH kedalam tulisan paku (cuneiform), yang mana tulisan paku ini tidak seperti tulisan Ibrani karena mempunyai huruf hidup.

Dalam tahun 1898 A.H. Sayce menerbitkan penemuan tiga piringan tanah liat yang bertuliskan huruf paku dari jaman Hammurabi, yang mengandung ungkapan "Jahweh (Jehovah) adalah Tuhan" Bible Handbook Halley p 62).

Sekarang jelas bahwa tulisan itu dibaca "Yahweh" dan bukan "Jahweh" seperti yang transliterasi pada umumnya pada abad 19.

(Penyusun yakin bahwa huruf paku itu harus diuji lebih lanjut mungkin pembacaannya YAHUWEH dan bukan YAHWEH).

Sumber bukti lebih lanjut dalam bentuk cuneiform adalah tulisan Murashu. Naskah Murashu adalah tulisan bahasa Aram yang ditulis dengan huruf paku diatas tablet tanah liat yang ditemukan di Nippur. Naskah tersebut diperkirakan dibuat pada tahun 464 sampai 404 S.M. dan terdiri dari banyak nama orang-orang Yahudi yang dipindah-tuliskan kedalam huruf paku yang mempunyai huruf hidup. Nama - nama tersebut mengandung potongan Nama Tuhan. Dalam nama - nama itu potongan Nama Tuhan yang pertama terbaca sebagai YAHU dan bukan YEHO.

("Patterns in Jewish Personal Names in the Babylonian Diasporia" oleh M.D. Coogan; Journal for the Study of Judaism, Vol. IV, No. 2, p. 183f ).

Transliterasi dari YHWH juga dilakukan kedalam tulisan Gerika kuno. Meskipun berumur lebih muda dibanding bukti-bukti hroglyph dan cuneiform, transliterasi Gerika ini juga mengandung Nama itu dengan huruf hidup.

Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan transliterasi Gerika tersebut untuk YHWH (dalam bahasa Inggeris), diikuti tanggal dan sumbernya:

Transliterasi sumber
tanggal
IAO Qumran LXX abad pertama
IAOUE Clement of Alexandria 150 - 212 M
AwOUhEI Papiri Gerika ?
IAw Theodoret ?
IAh Origin 250 M
IAw Epiphanius 380 M

(CAT: "OU" diucapkan bersamaan dalam bahasa Gerika seperti "oo" dalam "zoo")

Nampak sekarang transliterasi YHWH kedalam bahasa Gerika tidak mudah. Ini karena tidak ada huruf Ibrani atau bunyi Ibrani yang didalam bahasa Gerika tidak terdapat.

Diantaranya adalah huruf-huruf YUD (Y); HEY (H) dan VAV (W) yang menyusun Nama YHWH ( vuvh ) didalam bahasa Ibrani.

Dalam melakukan transliterasi dari Ibrani kedalam Gerika maka dilakukan penggantian.

Yang pertama, huruf YUD Ibrani (Y atau h) biasanya selalu ditransliterasikan kedalam Gerika menjadi IOTA (I). Dengan demikian para saksi Gerika kita setuju kalau Nama YHWH dimulai dengan YA.

Huruf selanjutnya adalah HEY (H atau v), tetapi ini tidak mungkin ditulis dalam huruf Gerika, karena tidak ada padanannya. Oleh karena itu beberapa sumber Gerika bermaksud mentransliterasikannya menjadi OMEGA (yang mana saya, penyusun, menjadikannya "w" dan diucapkan "o" seperti pada "no". )

Origin mencoba menggunakan ETA untuk huruf ini (Saya, penyusun, menstransliterasikannya dengan "h"; Mungkin maksud penyusun untuk huruf Ibrani ketiga yaitu WAW - penerjemah. ).

ETA adalah sebuah huruf yang diambil dari Ibrani-Paleo, HEY, tetapi diucapkan "ey" seperti dalam "they".

Untuk huruf hidup selanjutnya Clement dan Papyri Gerika sama-sama mentransliterasikannya dengan "oo" seperti pada "zoo".

Clement memberi suku kata terakhir dengan "E" dan Papiri Gerika dengan "hE" yang sepakat dengan istilah Ibrani "-eh".

Dengan demikian terbukti transliterasi kedalam Gerika tetap mempertahankan bunyi ucapan dalam Ibrani "YAHUWEH".

Menjadi jelas bahwa dengan pengujian dari berbagai sumber bunyi ucapan YHWH terbentuk kembali yaitu, YAHUWEH, yang kadangkala disingkat menjadi YAHWEH, YAHU atau YAH.

Pembuktian ini diambil dari nama-nama Yahwitic didalam naskah Masoret, naskah Peshitta berbahasa Aram, dan naskah Murashu. Bunyi YHWH juga terpelihara dalam naskah transliterasi kuno yang ditulis dalam huruf hyroglyph Mesir, paku dan Gerika, semua tulisan itu mempunyai huruf-huruf hidup.

Pembentukan dan penggunaan kembali nama Yahuweh dengan bunyinya yang benar sesuai dengan nubuat yang digenapi melalui restorasi oleh sekte kuno Nasrani (Nazarene).

Restorasi atas nama Yahweh kepada umatNya telah dijanjikan didalam Kitab Suci seperti berikut:

Karena Aku akan mengembalikan lagi kepada umatKu bahasa yang murni, sehingga mereka dapat berseru diatas nama YHWH.-(Zef. 3:9)

Oleh karena itu, lihatlah, Aku akan membuat mereka mengerti, tanganKu dan kebesaranKu; dan mereka akan tahu namaKu adalah YHWH. (Yer. 16:21)

Oleh karena itu umatku harus mengetahui namaKu -(Yes. 52:6)

Ada pemenuhan nubuat yang meyakinkan bahwa Nama itu tetap terpelihara melalui temuan-temuan penggalian arkeologi, seperti nubuat didalam Kitab Suci:

Dan engkau akan dibawa turun dan berkata-kata dari bumi dan perkataanmu akan keluar dari debu.-(Yes. 29:4)

Kebenaran akan memancar keluar dari bumi.-(Maz. 85:11)

Kita hidup pada jaman yang menakjubkan, seperti yang telah dikatakan oleh Yeshua kepada kita:

Engkau tidak akan melihat aku lagi setelah ini, sampai engkau mengatakan: "diberkatilah dia yang datang dalam nama Yahuweh!" -(Mat. 23:39)

Disusun oleh James Trimm

Elohim berkata kepada Moshe: "Katakanlah kepada orang-orang Israel, YAHWEH, - Elohim bapa-bapamu: Elohim Avraham, Elohim Yitzchak dan Elohim Yakkov telah mengutus aku kepada kalian - INILAH NAMAKU UNTUK SELAMA-LAMANYA, PENGINGAT KEPADAKU TURUN TEMURUN." - Shemot/Keluaran 3:15.

Views: 683

Replies to This Discussion

Thank You for this information, even tough in Indonesia is so difficult to change this habit call Yesus and Tuhan and I want be honest it's hard to me too. But I'm so thankful to YHWH cause He send to me a wonderful husband to lead and guide me to get to know Nazarene more deeply.

RSS

 

 

 


















 

LINKS

 

 

 

 

Badge

Loading…

© 2017   Created by James Trimm.   Powered by

Badges  |  Report an Issue  |  Terms of Service